Kamis, 12 Maret 2015

KUALITAS MANAJEMEN PENDIDIKAN PERGURUAN TINGGI



Tampak dari Hotel Luwansa lokasi pendidikan milik Bakri Brother's di. Jl. Rasuna Said-Jakarta (Foto:kres)

Tampak dari Hotel Luwansa lokasi pendidikan milik Bakri Brother’s di. Jl. Rasuna Said-Jakarta (Foto:kres)

I. PENDAHULUAN.
 
Sebuah institusi pendidikan akan berjalan baik apabila didukung dengan kualitas manajemen pendidikan yang efektif. Apalagi manajemen perguruan tinggi yang dapat diandalkan harus dapat memenuhi standart yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan atau regulasi lainnya yang tertuang dalam peraturan pemerintah, peraturan menteri, keputusan menteri serta pedoman dan petunjuk lainnya.

Manajemen pendidikan adalah keseluruhan proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin, mengendalikan tenaga kependidikan, secara efektif, efesien, dan rasional utk mencapai tujuan pendidikan,” (Samuel Hakh). Dengan demikian sebuah institusi pendidikan harus memiliki seorang manejer yang memiliki pemahaman luas dan berkapabilitas menjalankan roda pendidikan melalui implemantasi manajemen pendidikan yang berstandart secara komprehensif. Karena manajemen pendidikan berkaitan dgn upaya dlm mengelola, mengatur, dan mengalokasikan sumber daya yg ada utk mencapai tujuan pendidikan. Dalam kaitan itu dibutuhkan pemimpin yg mampu menggerakkan, mengelola sumber daya yg ada utk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efesien.

II. FUNGSI MANAJEMEN PENDIDIKAN .

2.1. Plan (perencanaan).
Sebelum dioperasionalisasikan sebuah perguruan tinggi, tentunya banyak hal harus sudah dipersiapkan. Konseptual matang melalui analisa kekuatan (strength), Kelemahan (weakness), Opportunity (peluang/kesempatan), Threatment (Hambatan/ancaman), sudah seyogyanya diketahui sebelumnya. Demikian pula perumusan rencana strategis (renstra) adalah merupakan titik pandang penyelenggaraan pendidikan berdasarkan visi, misi dan platform institusi.
2.2. Do (Pelaksanaan).
Dalam pelaksanaan pendidikan sebuah perguruan tinggi, aspek organizing (pengaturan) dalam hal pembagian kerja harus menjadi pokok perhatian. Pembagian kerja berazaskan the right man on the right place. Dan pelaksanaan mengacu pada standart operating prosedur (SOP). Jadi dengan demikian sebuah institusi pendidikan harus mempunyai SOP. Tentang SOP di buat pada masing-masing item kerja atau program kerja yang biasanya juga ada pada kalender pendidikan.
2.3. Check (pengecekan/pemeriksaan).
Proses pendidikan harus diadakan pemeriksaan secara berkala, bisa setiap hari, per minggu, per bulan, per triwulan, semester dan per tahun. Pemeriksaan ini berdasarkan proses kerja yang sudah terkonsep baik konsep tertulis maupun konsep lisan.
2.4. Act ( tindakan).
Apabila sudah direncanakan, diatur dalam konsep pengorganisasian, sudah dievaluasi sesuai pemeriksaan, namun tidak ada tindakan implementasi, maka semuanya akan sia-sia.
Empat fungsi diatas merupakan siklus yang berkesinambungan, sehingga di lapangan akan dijumpai kekurangan dan kesalahan untuk selanjutnya diadakan perbaikan. Upaya perbaikan yang terus menerus ini merupakan prinsip dasar dari menumbuh-kembangkan manajemen jaminan mutu pendidikan.
Pada gilirannya, manajemen pendidikan dalam perguruan tinggi merupakan aspek yang memainkan peranan penting dalam peningkatan mutu program studi (prodi). Implikasinya adalah bahwa dengan perhatian khusus pada manajemen administrasi yang tertib akan menolong program studi (prodi) melakukan evaluasi diri dan mengerti semua tugas dan tanggung jawabnya dalam program studi (prodi) untuk melaksanakan tugasnya dengan benar.

III. TINDAKAN YANG DIPERLUKAN DALAM MANAJEMEN PENDIDIKAN.

Yang diperlukan dalam manajemen dalam manajemen pendidikan adalah:
3.1. Prioritaskan planning dan pendelegasian tugas kepada semua yang terlibat di dalamnya.
3.2. Perlunya kesadaran dan komitmen pimpinan dan semua komponen dalam perguruan tinggi akan pentingnya pengelolaan data administrasi yang lengkap dan akurat.
3.3. Perlu dikembangkan budaya pengambilan keputusan (decision making proses) berdasarkan pada data administrasi yang lengkap/komplit.
3.4. Perlunya dibuatkan file akademik atau pagkalan data (bank data) pada setiap perguruan tinggi secara sistemik.
3.5. Perlunya satuan kerja perjaminan mutu internal untuk melakukan pemeriksaan dan mengkomunikasikan apa yang harus dilakukan.

IV. PENUTUP.

Pemahaman tentang manajemen pendidikan harus menjadi perhatian bagi setiap institusi pendidikan. Karena jika manajemen pendidikan sehat, pasti akan mendapatkan kepercayaan masyarakat dalam mengambil bagian sebagai peserta didik dalam lembaga institusi tersebut.
Siklus pendidikan adalah input – proses – output, sehingga manajer pendidikan harus merespon aktif dengan membuat standart operating prosedur (SOP) dalam rangka mengoptimalkan langkah kerja institusional.
Jika manajemen pendidikan sehat maka akan menunjang peningkatan mutu institusi perguruan tinggi sekaligus program studi yang dilaksanakan, bahkan akan bisa menambah program studi yang baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar